Thursday, March 10, 2011

Cara Halus Melupakan Orang Yang Kita Sayangi

Hay Sobat, Ketika Membersihkan Rak CD Software Rhenz Dengan Maksud Mencari Flash Disk Untuk Meng-copy Tugas, Rhenz Menemukan Memory Card Yang Sudah Berdebu, Rhenz Pun Mencoba Untuk Melihat Isi Memory Tersebut Dengan Menukarnya Dengan Memory Card Rhenz Yang Asli. Rhenz Pun Melihat Album Foto Yang Ada, Dan Setelah Beberapa Saat Rhenz Menemukan Foto Orang Yang Dulu Rhenz Cintai Bernama Me**ni, Dengan Inisial MSN. Hal Ini Membuat Rhenz Teringat Masa Lalu Yang Cukup Pahit Karena Saat Itu Rhenz Tahu Cinta Tersebut Bertepuk Sebelah Tangan. Dan Rhenz Pun Melupakannya(Butuh Waktu 1 Tahun)

Yah, Itu Hanya Cerita Pembuka, Namun Ada kaitannya Dengan Artikel Ini. Setiap Kita Menjalin Hubungan Percintaan, Pasti Ada Masa Yang Sangat Pahit Seperti Cinta Kita Di Tolak, Bertepuk Sebelah Tangan, Atau Diputusin Pacar. Hal Ini Pasti Merupakan Masa Yang Suram Dan Ingin kita Lupakan Agar Tidak Menjadi Tekanan Mental. Namun Pasti Anda Kesulitan Melupakan Orang Yang Kita Sayangi. Apa Lagi Dalam Waktu Singkat. Untuk Melupakan Orang Tersebut Anda Mungkin Bisa Mencoba Cara Berikut:


  • Akuilah terlukanya perasaan kehilangan
Sebaiknya kita mengakui dan menerima kenyataan bahwa dia telah tiada. Sebagai manusia biasa harus kita akui bahwa kita bisa terluka oleh rasa kehilangan, termasuk kehilangan si dia. Di samping mengaku langsung kepada Tuhan, kita bisa mengakui terlukanya perasaan kita kepada diri sendiri dan terutama kepada orang yang kita percaya. Curhat atau konsultasi yang telah kau lakukan ini merupakan langkah awal yang tepat untuk mengobati rasa sakitnya kehilangan dia. Tinggal melakukan langkah-langkah berikutnya.
  • Lepaskanlah emosi negatif secara positif.
Secara positif itu maksudnya: yang membuat diri tenang, nyaman, sehat, dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Misalnya: [a] menangislah secukupnya untuk redakan perasaan yang sedang berkecamuk di hatimu, [b] berdo’alah kepada Tuhan, [c] di buku harian (diary) tulislah “Dear diary, sejak 2 minggu yang lalu dari kepergiannya, aku merasakan betapa sakitnya hatiku, betapa sedihnya diriku. Aku merasa tak ingin ia pergi jauh dariku. Andainya saja aku bisa memilih, aku ingin ia tak pergi dari hari-hariku.”
  • Tenangkanlah gejolak jiwa secara sehat
Melepaskan emosi negatif, secara positif sekalipun, terkadang belum memadai untuk melepaskan jiwa dari belenggu luka hati karena kehilangan dirinya. Sebab itu, kita butuh langkah lain, untuk menenangkan gejolak jiwa ini. Cara yang paling efektif adalah disesuaikan dengan kepribadian masing-masing. Bagi yang religius, berserah diri kepada Tuhan. Bagi yang menginginkan sehat, berolahraga bisa tenangkan gejolak jiwa.
  • Gairahkanlah diri dengan keceriaan
Perasaan sedih kala kehilangan dirinya, itu suatu kewajaran. Namun bila kita terus berlarut-larut dalam kesedihan, tentu hal ini tak kan bisa menghapus kesedihan kita. Maka cobalah untuk bersikap ceria. Tersenyumlah untuk menampakkan wajah keceriaan hingga membuatmu merasa benar-benar bisa untuk ceria kembali.
  • Terimalah kegagalan sebagai peluang belajar
Terimalah dan akuilah kegagalanmu dalam memiliki dirinya untuk jadi pasanganmu.
You know, orang yang mengakui kegagalannya dalam bercinta lebih mudah bangkit menuju terjalinnya hubungan cinta lain yang lebih baik. Oleh sebab itu, daripada mengucap kata-kata penyangkal kegagalan, lebih elok kita kemukakan ungkapan-ungkapan yang bernada menerima kegagalan. Umpamanya: “kegagalan adalah pelajaran menuju kesuksesan…” Kita menganggap perginya seorang yang kita cintai di masa lalu sebagai tahapan menuju terjalinnya hubungan cinta lain yang lebih indah.

Happy Blogging

No comments:

Post a Comment